Dian Ayu Puspitasari

Just another WordPress.com site

L a n g i t

kita dulu
membuat waktu berlari begitu cepat
membuat hari tak ingin pergi
membuat langit hujan jadi bahagia
membuat jarak seakan dekat
membiarkan diam menjadi penyelesaian
kita kemudian
terlena dalam kesibukan
membiarkan kebiasaan menjadi asing
membiarkan hp tak bernada
menolak tuk memahami
menjadikan ego sebagai prestasi
kita setelahnya
sadar saling membutuhkan
mencoba melukis masa depan
mencoba memperbaiki keadaan
mencoba ungkapkan rasa
mencoba memahami
mencoba berkomunikasi
mencoba berkomitmen
kita sekarang
lagi lagi terlena dalam kesibukan
membuat jarak menjadi jauh
takut akan perbaikan
takut akan masa depan
takut akan komitmen
melihat penyelesaian sebagai setan
mengerti akan masalah namun tetap memilih diam
membiarkan waktu yang memutuskan
apakah masalah akan selesai atau kita yang akan selesai

langit hanya dalam batin kita.
ia punya rahasianya sendiri
berganti ganti sesuai hati
bahkan binatang miliki hati
lalu mengapa kau tidak?

rusak percaya karena baja
baja pelapis dinding langit
bahkan baja bisa luluh
lalu mengapa hatimu tidak?

sby1012142127

Iklan
Tinggalkan komentar »

HARAPAN DARI SEBUAH SKRIPSI

muslimah-berdoa

 

Mungkin berdoa bukanlah jalan terbaik untuk segala permasalahan. Namun, tidak dipungkiri dengan doa kita mendapatkan ketenangan hati, semangat diri dan keridhoan dari sang Ilahi untuk menyelesaikan segala permasalahan yang kita hadapi.

 

 

Mendengar kata harapan yang terpikirkan oleh saya adalah skripsi. Bagi saya saat ini, menyelesaikan skripsi adalah sebuah harapan. Harapan yang akan berlanjut mengenai semoga cepat sidang skripsi dan harapan wisuda tepat waktu gelombang pertama. Aamiin.
Seperti saya saat ini, mahasiswa harus memiliki harapan untuk bahan bakar menjalani kehidupan kampusnya. Begitu pula hidup yang sesungguhnya, banyak sekali dihiasi harapan. Namun terkadang harapan disama-artikan dengan angan. Mungkin bagi banyak orang itu sama saja tetapi tidak untuk saya. Saya mengartikan harapan adalah keinginan yang terdapat usaha di dalamnya untuk mewujudkan. Dan angan adalah keinginan yang hanya sampai pada pikiran dan tidak terdapat usaha untuk mewujudkannya.
Cerita tentang perjalanan skripsi saya adalah cerita yang sering saya ceritakan kepada adik – adik angakatan saya yang tercinta secara berulang – ulang. Karena menurut saya, dari cerita tersebut telihat hubungan antara seorang hamba yang penuh harapan, masalah yang membelenggu dan peran Yang Maha Kuasa untuk mewujudkan harapan itu.
Dimulai dari pemilihan judul skripsi yang terus ditolak oleh dosen pembimbing dan saya tetap berusaha untuk mencari sampai benar – benar pasrah dan saya memohon pada Allah SWT untuk memberikan saya judul. Lucu memang, tapi memang itulah yang terjadi. Dan pada saat itu saya menyadari bahwa pertolongan Allah sangatlah konkrit. Karena setelah berkutat dengan judul yang ditolak akhirnya saya menemukan kenyataan bahwa teman saya diajak oleh seorang dosen untuk mengerjakan penelitian beliau. Sehingga judul teman saya tersebut diberikan pada saya lengkap dengan bab 1 dan jurnal – jurnal pendukung disertai dengan persetujuan dosen pembimbing 1 dan 2. Konkrit bukan?
Kedua, dalam perjalanan menuju bab yang lain saya tersendat oleh teori dan metode penelitian skripsi saya tersebut. Banyak anak kimia saat itu yang saya datangi tetapi tidak mengerti dengan apa yang saya tanyakan. Sampai pada suatu saat saya sedang mengunjungi teman saya di fakultas lain dan mendapati beliau bertemu dengan teman lamanya yang ternyata pernah ingin meneliti apa yang saya teliti. Dan pertanyaan – pertanyaan yang saya ajukan terjawab. Konkrit banget!
Ketiga, sebelum seminar proposal skripsi saya diusulkan oleh salah satu dosen untuk trial atau tahap percobaan, padahal bahan yang saya teliti harganya cukup mahal yaitu sekitar kurang lebih 1 juta untuk 10 gram. Belum segala macam hal yang harus saya persiapkan untuk penelitian tersebut yang kira – kira mencapai 2 jutaan hanya untuk sebuah trial. Akhirnya saya bertanya pada teman yang telah diceritakan sebelumnya mengenai bahan X yang harganya lebih murah. Dan ternyata beliau memberitahukan bahwa di universitas P ada dosen yang menjual bahan X dengan harga yang sangat murah. Namun ketika ditanya contact person beliau tidak tahu menahu sama sekali. Alhasil saya menghubungi teman saya yang berada di universitas P dengan maksud minta tolong untuk dicarikan bahan X. Teman saya ini adalah orang yang sangat sibuk, namun di tengah kesibukannya beliau mau menolong saya mencarikan bahan tersebut sampai dapat. Tidak hanya sekedar dapat melainkan gratis. Gratis karena dosen yang menjual sangatlah baik. Konkrit kan? Kalau bukan karena pertolongan Allah, saya yakin semua itu tidak akan terjadi. Dan semoga Allah memberikan balasan yang sebaik – baiknya untuk orang – orang yang senantiasa memberikan bantuan pada saya. Aamiin
Sebenarnya masih banyak hal dan bukti yang ingin saya ceritakan. Namun sekiranya dari pengalaman – pengalaman saya di atas mampu membangkitkan semangat dan harapan teman teman. Semoga teman teman percaya bahwa ketika kita mempunyai harapan dan kita bekerja keras untuk itu ditambah dengan menggantungkan harapan dan usaha kita hanya pada Allah maka hal yang ajaib bisa terjadi.

Tinggalkan komentar »

PERSIMPANGAN

Yaa Allah..

Tertatih aku memulihkan gejolak hati ini

Selangkah demi selangkah aku bangkit dari keterpurukan

Satu persatu kaca yang pecah ini ku utuhkan kembali

Sedikit demi sedikit aku mendekatiMu

 

Engkau tahu apa yang aku inginkan yaa Allah

Engkau tahu apa yang aku rasakan

Engkau tahu apa yang ada di dalam pikiranku

Karena Engkau adalah Yang Maha Mengetahui

 

Yaa Allah..

Beri ketetapan hati untukku

Hati yang terbaik yang sama – sama kita lihat

Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku

Tapi hati yang telah Kau lihat sampai menembus relung kalbunya

 

Aku pasrahkan semua padaMu yaa Allah

Engkau yang mengetahui keinginan terdalam hatiku

Istiqomahkan aku dengan izinMu

Jangan beri aku cobaan yang aku tak kuat menahannya

Ridhoilah aku yaa Allah

Aku hanya menginginkannya lewat jalan yang benar

Jalan yang kau ridhoi

Tinggalkan komentar »

PUTUS ASA = SOMBONG, KOK BISA??

Sepintas membaca judul ini kalian pasti bingung, kok bisa sih putus asa disamakan dengan sombong? Jangan bingung dulu, karena setelah membaca cerita ini kalian pasti mengerti kenapa saya bisa bilang bahwa putus asa itu sama dengan sombong. Lets check it out!!!

Alkisah, ada mahasiswa semester VII di sebuah universitas X yang bernama Karin. Karin ini sedang bingung mengenai penelitian yang dirasa sulit untuk di kerjakan. Bukan hanya ia yang merasa bahwa penelitiannya sulit, tetapi dosen pembimbing yang menemaninya saat penelitianpun berkata bahwa penilitiannya memang sulit dan mustahil untuk dilakukan sehingga dosen pembimbingnya pun menyuruh ia untuk melihat kembali jurnal yang ia gunakan sebagai acuan utama. Karin pun akhirnya memutuskan untuk membaca ulang jurnal tersebut dan alhasil ia tidak menemukan kesalahan pada metode penelitian yang ada di jurnal tersebut. Apa sih yang membuat Karin bingung? Sebenarnya, Karin ingin meneliti tentang pengaruh bahan A jika ditambahkan pada bahan B. Tidak ada yang salah dengan apa yang ingin dia teliti kan? Tapi apa masalahnya? Pertama, Karin harus menambahkan 0,00008 gram bahan A ke dalam 1 gram bahan B. Kedua, ia tidak menemukan timbangan 5 digit dibelakang koma. Ketiga, mustahil 0,00008 gram itu bisa dicampurkan pada bahan B dengan homogen dikarenakan terlalu sedikitnya bahan A. Kita lanjutkan ceritanya, jadi setelah membaca ulang, ia memutuskan untuk mencari timbangan 5 digit dibelakang koma ke salah satu laboratorim yang ada di kampusnya, ternyata di laboratorium itu hanya ada timbangan 4 digit dibelakang koma. Dengan hati sedih dan bingung ia kembali ke fakultasnya, selama berhari hari otaknya benar benar membuatnya pusing. Bagaimana tidak? Yang ada di otaknya hanyalah “ga mungkin penelitian ini jalan, sepertinya harus ganti judul. Kalau ganti judul, bisa bisa ga lulus tepat waktu”. Coba bayangkan berhari hari yang ada di otaknya Cuma itu itu saja karena itu ia menjadi putus asa. Setelah itu, ia mencoba menghubungi ibunya di rumah, ia menceritakan kepada ibunya tentang kesulitan yang dialaminya. Di sini, hidayah Allah muncul ketika ia berbincang dengan ibunya. Kira-kira dialognya seperti ini :
K :mah, Karin bingung. Karin uda putus asa sama penelitian ini. maaf ya mah kalo Karin ga bisa lulus tepat waktu.
I :Lho kenapa? Kok gitu?
K :* menceritakan kesulitannya yang ada di atas tadi
I :Kamu kok sombong sih nak?
K :Sombong kenapa sih mah?aku ga ngerti. Aku lho uda usaha dan ga bisa.
I : Kamu tuh sombong karena kamu hanya berfikir bahwa semua yang uda kamu lakukan dan kamu capai selama ini itu karena usahamu sendiri. Padahal apa? Semua itu Allah yang buat kamu mampu mencapainya. Itu semua Allah yang ngatur dan bukan karena usahamu sendiri. Kamu ga boleh bilang kalo kamu ga bisa! Kamu harus tetap punya pikiran positif bahwa kamu bisa dan Allah akan bantu kamu. Makanya, berdoa, solat tahajud, solat dhuha, minta kekuatan, minta bantuan sama Allah untuk dimudahkan penelitiannya. Jangan pernah kamu sombong secara ga sadar kaya gitu lagi.
K :* tertampar sama omongan ibunya dan menangis. Iya mah, mungkin selama ini aku kurang berdoa, doain ya mah semoga bisa
I :Iya nak, mamah selalu doain kamu. Semangat yaa…

Nah dari pembicaraan ini, Karin merasa Allah menegurnya, Allah seolah memberi tahu “mintalah padaKu maka akan Aku kabulkan permintaanmu. Jangan menyerah. Dengan Kun Fayakun Ku semua akan beres”. Begitulah cara Allah menegur Karin, lewat ibunya. Setelah pembicaraan itu, Karin mencoba menambahkan waktunya untuk selalu berdoa dengan khusyuk. Beberapa hari kemudian, Karin mencoba menata hati untuk menemui dosbingnya untuk konsultasi mengenai penelitiannya, ia menyampaikan maksudnya untuk merubah metode penelitiannya yang sebenarnya tidak merujuk pada jurnal tersebut. Dengan izin Allah, dosbingnya menyetujui, dan selesailah satu masalah. Sesaat setelah itu, ia menuju laboratorium yang pernah didatanginya itu untuk meminjam timbangan 4 digit dibelakang koma, ini dikarenakan ia akan mengalikan jumlah bahan A sehingga dapat mencapai 4 digit dibelakang koma dan satu lagi masalah selesai. Kemudian setelah timbangan berhasil dipinjam akhirnya ia pun mencoba membuat sampel penelitian dan akhirnya bisa menghasilkan sampel yang homogen pada proses pencampurannya. Singkat cerita, setelah itu ia menguji bahan sampel itu dan didapatkan hasil sesuai dengan hipotesis penelitiannya tersebut. Maha Kuasa Allah atas segala sesuatu. Bayangkan saja, penelitian yang ia kira tidak mungkin selesai bisa selesai dalam waktu 2 hari. Subhanallah

Apa sih yang bisa dipetik dari pelajaran ini?
1. Sebagai manusia kita tidak boleh putus asa
2. Dibalik setiap usaha kita, pasti ada Allah yang membantu mewujudkannya.
3. Sikap putus asa dan memikirkan hal buruk untuk diri sendiri itu termasuk sombong karena seolah olah kita hanya mempercayai bahwa semua yang kita dapatkan hanya bersumber pada usaha kita sendiri. Padahal semua itu, ada Allah yang memampukan kita.
4. So, jangan putus asa. Jangan hanya berkeluh kesah dan memikirkan segala kemungkinan buruk yang nantinya akan merusak semangat kita. Tidak ada gunanya mengeluh dan menangis karena tidak akan menyelesaikan masalah. Mintalah kekuatan pada Allah, Ia berjanji “ barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap – tiap sesuatu ” (Q.S ath Thalaaq ; 2-3)

jangan menyerah

1 Komentar »

MUSUH DALAM CERMIN

Image

            Suatu saat pemusuh sedang murung. bagaimana tidak? Hidupnya dibawa rumit, rejekinya ikut menjadi sulit, hatinya pun jadi sempit. Baginya dunia ini terasa menghimpit sehingga senyum menjadi sulit. Begitulah pemusuh, merasa tak punya teman. Bagaimana bisa punya teman jika semua orang diajak saingan, jika masalah kecil diselesaikan dalam perkelahian sehingga lingkungan pun terasa mengucilkan dan akhirnya batinnya pun perlahan merasa tertekan.

            Pemusuh berkata “apa salahku?mengapa aku?”. Ia merasa batin dan logikanya bergejolak, hati nuraninya berteriak, dirinya pun tak bisa mengelak bahwa dirinya adalah orang galak. Saat ini temannya hanyalah setan yang sedang bersorak. Kemudian ia mencoba tuk berbenah, selama ini ia sadar bahwa dirinya telah salah, temannya hilang tergantikan musuh yang berlimpah. Sesaat ia menangis, hatinya sangat miris saat tersadar bahwa lingkungan ini memandangnya sinis. Dengan tangisnya yang terjatuh, ia menatap sebuah cermin dan berkata “musuhku? sifatku”.

 

            Musuh dalam cermin menggambarkan orang yang banyak musuh seringkali merasa bahwa ia menjadi korban atas kesalahan orang lain. Ia merasa bahwa lingkunganlah yang berbuat tidak adil kepadanya. Padahal sebenarnya orang inilah yang sering melakukan kesalahan dan berbuat tidak adil kepada lingkungannya. Ia tidak ingin introspeksi diri dan menyalahkan orang lain atas penderitaan yang ia rasakan. Namun ketika banyak permasalahan yang menimpanya dan tidak ada satu pun teman didekatnya, hatinya pun tergerak barulah ia merasa ada sesuatu yang salah dalam dirinya. Cermin di dalam cerita ini merupakan gambaran bahwa ia akhirnya ingin introspeksi diri dan mencoba untuk bermusuhan dengan sifat yang membuatnya dimusuhi.

            Dari cerita di atas, intinya adalah terkadang ketika kita merasa lingkungan tidak adil pada diri kita, itu adalah sebuah pertanda bahwa ada yang salah dengan cara kita bersikap. Sehingga ketika perasaan yang tidak menyenangkan itu datang hendaknya introspeksi diri terlebih dahulu baru setelah itu cobalah untuk memahami sekitar kita. Bersabarlah dalam proses menjalaninya J

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar »

kota terindah ku :)

kereta itu berhenti di stasiun jatinegara pukul 05.26 kurang lebih 15 menit lebih awal dari yang tercantum di tiket kereta yang aku miliki. bersama dengan teman seperjalanan, kami pun turun dan berencana untuk menunggu keluarga di kursi tunggu untuk penumpang yang sedang menunggu kereta. tak sabar menanti keluargaku datang menjemput untuk membawaku ke kota itu. bukan kota dimana aku dilahirkan tapi disinilah aku dibesarkan. terlalu banyak kenangan yang seperti diputar ulang dalam pikiranku saat itu. sampai pada akhirnya 2 orang laki – laki paruh baya datang menghampiriku, mereka adalah kakak – kakakku. dibawanya barang – barangku ke dalam mobil dan akhirnya aku mulai perjalananku ke kota itu. sepanjang perjalanan kami pun berbincang – bincang banyak hal dari mulai a -z dan aku sembari memperhatikan sekitarku yang tidak banyak perubahan. jalan tol masih macet seperti biasanya, motor – motor yang seakan seperti semut menyerbu jalanan dan keramaian pun menghiasi kota itu. aku akan selalu merindukan suasana kota itu.

love bekasi so much 🙂
14 November 2012

Tinggalkan komentar »

stop comparing :)

Karena kita beda, berhentilah membandingkan.

 

 “berhentilah dari kebiasaan membandingkan. Kita mungkin membuang banyak waktu dan energi dengan berharap menjadi orang lain dan berada di situasi lain. Keadaan ini hanya akan menghalangi sikap syukur kita”

 

Apa maknanya?

Tidak dipungkiri salah satu sifat manusia adalah suka membandingkan. Apa yang dibandingkan? Terkadang, secara langsung maupun tidak langsung kita suka membandingkan kekurangan dan kelebihan diri sendiri dengan orang lain yang  dianggap sebagai sosok  ideal. Padahal, tiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda. Bisa kita bayangkan jika tiap orang itu sama maka hidup akan sangat membosankan dan tidak akan mencapai keseimbangan.

 

Apa salahnya dengan membandingkan?

Tidak ada salahnya dengan sikap membandingkan, terkadang sikap seperti itu membuat diri kita bersemangat untuk menjadi seseorang yang lebih hebat dari sosok ideal itu. Tetapi tidak sedikit orang malah menjadi pesimis dan merasa tidak percaya diri dalam proses membandingkan ini.

 

Kenapa begitu?

Etiologi atau penyebabnya ialah sifat suka membanding – bandingkan merupakan sebuah tanda dari rasa percaya diri yang kurang. Orang yang membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain, berada dalam kondisi ketakutan. Dia takut pada sosok ideal yang dirasa memiliki level yang lebih tinggi tersebut. Karena percaya bahwa mereka tidak akan pernah mampu mencapai level kemampuan dari sosok ideal mereka. Hingga kadang membuat semangat menjadi turun, pesismis dan tidak percaya diri.

 

Bagaimana cara untuk menghentikannya?

1. cobalah untuk menerima diri sendiri

Cobalahlah untuk menghargai diri sendiri dan mempelajari apa kelebihan dan kekurangan kita, sehingga kita bisa merasakan bawa kita dengan orang lain pasti sama, ada kelebihan ada juga kekurangan. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki.

 

2. jangan minder

yakinlah bahwa pada saat yang sama, detik yang sama berjuta – juta orang di dunia ini justru mendambakan untuk menjadi kita.

 

3. jadilah pribadi yang berbeda

Ada perkataan “yang beda emang lebih asik”. Setiap kita ini beda dan unik karena memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda. Beda inilah yang nantinya akan saling melengkapi dalam tatanan kehidupan kita. Jadi pede aja lagi, jadi diri sendiri memang lebih asik.

 

4. stop comparing

Jangan membandingkan, karena kita ini memang berbeda. Jalan sukses kita beda. Apa yang kita suka beda dan apa yang menjadi parameter kita juga beda. Beda itu asyik ketika kita menerima dan bersyukur kepadaNYA. Perbedaan membuat hidup jadi berwarna,tidak monoton. Ada saling membutuhkan di sana. Langit tidak akan bernama langit kalau tidak ada bumi. Lautan tidak akan bernama demikian, jika tidak ada daratan. Panas membutuhkan hujan agar tidak kering, hujan butuh panas agar tidak banjir. Itulah perbedaan

Tinggalkan komentar »

Melawan Keterbatasan Diri

“Menyerah berarti menunda masa senang pada masa datang”

banyak halangan untuk maju merebut cita-cita hidup. tapi sesungguhnya halangan itu ada untuk ditaklukkan, bukan dijadikan alasan untuk tidak bisa maju. masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka begitulah yang saya baca dari kata-kata eleanor roosevelt. saya semakin yakin bahwa hidup harus diperjuangkan demi kemenangan. nothing is imposible! semua akan menjadi mungkin ketika kita meyakini dan melakukannya dengan tekun, disertai doa,ikhtiar, dan kesabaran yang mendalam. setelah itu yakinlah bahwa Allah yang akan menentukan arah hidup kita sesuai ridha-Nya. masa-masa perjuangan sebagai sebuah proses yang tak tergantikan, jalan yang akan dilalui seperti bongkahan es dan kristal batu yang sama-sama menghantam langkah begitu dalam namun pengalaman itu yang nantinya akan mengajarkan tentang ketekunan dan kesabaran di tengah-tengah keterbatasan. Insya Allah 🙂

Tinggalkan komentar »

perdebatan hati :)

hari ini aku ngerasain sesuatu yang aneh yang ada dalam pikiran dan hati…
yak..ga tau kenapa aku kangen banget sama “seseorang” yang dibilang spesial buat aku..
dari sini muncullah perdebatan hati yang bikin aku ngerasa “nyeri” gara gara aku ga bisa dengan seenaknya bilang atau mengungkapkan perasaan yang sebenernya ini.. ea ea ea..
yang tadinya pulang kampus aku semangat..tiba tiba jadi mellow..ditambah hujan gerimis yang turun semenjak perkuliahan selesai..(helow hubungannya apa?) hubungannya karna gerimis itu selalu mengingatkan aku tentang SMA.. (so?) yaudalah..lanjut aja..
terus dalam hati aku bilang “yaa ROBB..kangen kangen kangen kangen” tapi yang keluar dari dalam mulut ke orang itu adalah… “YAUDA”
biasa banget deh..setiap ada sesuatu yang ga bisa aku ungkapkan akan selalu keluar kata kata “YAUDA”..huhuhuhu…sedih
aku tau aku selalu bikin dia kecewa atas semua sikap aku yang kurang dewasa ini..tapi gimana lagi..
jujur aja aku bukan orang yang gampang menyembunyikan perasaan.. yah itulah namanya kelemahan..
yaudalah (yauda lagi -__-) aku juga ga bisa berbuat apa apa..
jadi lanjut..perdebatannya tuh kalo disamakan kaya debatnya manusia bilangnya gini..
si A : aaa…kangenn banget 😦
si B : penting banget gitu ya??helow kerjaan lo masih banyak
si A : tapi lho kepikiran sama ituuu
si B : kepikiran gimana?kaya si itu mikirin aje
si A : ya gapapalah ga mikirin tapi seenggaknya aku kangen
si B : ga penting gitu..apa coba pentingnya..cuma bikin mellow aja terus ujung ujungnya kerjaan ga slese..amanah bececeran
si A : terus gimana dong?
si B : ya kan uda tau harus gimana..
si A : tau..tapi ya gitu
si B : males ah lama lama ngomong sama kamu..percuma
si A : kok gituu…ayoo aku harus gimana dooong?
si B : YAUDA..stop deh itu mikirinnya..orangnya uda off tuh bawa rasa kecewa dari kamu..
si A : hyaaaaa….sedih…nyeri kaya dicubit 😦

yah begitulah drama ini..berakhir dengan cubitan di jantung
hahahahaha..

*ditulis dengan ketidakseimbangan hati dan pikiran*

Tinggalkan komentar »

Pelajaran kehidupan :D

I feared being alone until I learned to like myself.
I feared failure until I realized that I only fail when I don’t try.
I feared success until I realized that I had to try in order to be happy with
myself.
I feared people’s opinions until I learned that people would have opinions about me anyway.
I feared rejection until I learned to have faith in myself.
I feared pain until I learned that it’s necessary for growth.
I feared the truth until I saw the ugliness in lies.
I feared life until I experienced its beauty.
I feared death until I realized that it’s not an end, but a beginning.
I feared my destiny, until I realized that I had the power to change my life.
I feared hate until I saw that it was nothing more than ignorance.
I feared love until it touched my heart, making the darkness fade into endless
sunny days.
I feared ridicule until I learned how to laugh at myself.
I feared growing old until I realized that I gained wisdom every day.
I feared the future until I realized that life just kept getting better.
I feared the past until I realized that it could no longer hurt me.
I feared the dark until I saw the beauty of the starlight.
I feared the light until I learned that the truth would give me strength.
I feared change, until I saw that even the most beautiful butterfly had to
undergo a metamorphosis before it could fly.
~Bobbete Bryan

Tinggalkan komentar »