Dian Ayu Puspitasari

Just another WordPress.com site

kota terindah ku :)

kereta itu berhenti di stasiun jatinegara pukul 05.26 kurang lebih 15 menit lebih awal dari yang tercantum di tiket kereta yang aku miliki. bersama dengan teman seperjalanan, kami pun turun dan berencana untuk menunggu keluarga di kursi tunggu untuk penumpang yang sedang menunggu kereta. tak sabar menanti keluargaku datang menjemput untuk membawaku ke kota itu. bukan kota dimana aku dilahirkan tapi disinilah aku dibesarkan. terlalu banyak kenangan yang seperti diputar ulang dalam pikiranku saat itu. sampai pada akhirnya 2 orang laki – laki paruh baya datang menghampiriku, mereka adalah kakak – kakakku. dibawanya barang – barangku ke dalam mobil dan akhirnya aku mulai perjalananku ke kota itu. sepanjang perjalanan kami pun berbincang – bincang banyak hal dari mulai a -z dan aku sembari memperhatikan sekitarku yang tidak banyak perubahan. jalan tol masih macet seperti biasanya, motor – motor yang seakan seperti semut menyerbu jalanan dan keramaian pun menghiasi kota itu. aku akan selalu merindukan suasana kota itu.

love bekasi so much 🙂
14 November 2012

Iklan
Tinggalkan komentar »

stop comparing :)

Karena kita beda, berhentilah membandingkan.

 

 “berhentilah dari kebiasaan membandingkan. Kita mungkin membuang banyak waktu dan energi dengan berharap menjadi orang lain dan berada di situasi lain. Keadaan ini hanya akan menghalangi sikap syukur kita”

 

Apa maknanya?

Tidak dipungkiri salah satu sifat manusia adalah suka membandingkan. Apa yang dibandingkan? Terkadang, secara langsung maupun tidak langsung kita suka membandingkan kekurangan dan kelebihan diri sendiri dengan orang lain yang  dianggap sebagai sosok  ideal. Padahal, tiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda. Bisa kita bayangkan jika tiap orang itu sama maka hidup akan sangat membosankan dan tidak akan mencapai keseimbangan.

 

Apa salahnya dengan membandingkan?

Tidak ada salahnya dengan sikap membandingkan, terkadang sikap seperti itu membuat diri kita bersemangat untuk menjadi seseorang yang lebih hebat dari sosok ideal itu. Tetapi tidak sedikit orang malah menjadi pesimis dan merasa tidak percaya diri dalam proses membandingkan ini.

 

Kenapa begitu?

Etiologi atau penyebabnya ialah sifat suka membanding – bandingkan merupakan sebuah tanda dari rasa percaya diri yang kurang. Orang yang membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain, berada dalam kondisi ketakutan. Dia takut pada sosok ideal yang dirasa memiliki level yang lebih tinggi tersebut. Karena percaya bahwa mereka tidak akan pernah mampu mencapai level kemampuan dari sosok ideal mereka. Hingga kadang membuat semangat menjadi turun, pesismis dan tidak percaya diri.

 

Bagaimana cara untuk menghentikannya?

1. cobalah untuk menerima diri sendiri

Cobalahlah untuk menghargai diri sendiri dan mempelajari apa kelebihan dan kekurangan kita, sehingga kita bisa merasakan bawa kita dengan orang lain pasti sama, ada kelebihan ada juga kekurangan. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki.

 

2. jangan minder

yakinlah bahwa pada saat yang sama, detik yang sama berjuta – juta orang di dunia ini justru mendambakan untuk menjadi kita.

 

3. jadilah pribadi yang berbeda

Ada perkataan “yang beda emang lebih asik”. Setiap kita ini beda dan unik karena memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda. Beda inilah yang nantinya akan saling melengkapi dalam tatanan kehidupan kita. Jadi pede aja lagi, jadi diri sendiri memang lebih asik.

 

4. stop comparing

Jangan membandingkan, karena kita ini memang berbeda. Jalan sukses kita beda. Apa yang kita suka beda dan apa yang menjadi parameter kita juga beda. Beda itu asyik ketika kita menerima dan bersyukur kepadaNYA. Perbedaan membuat hidup jadi berwarna,tidak monoton. Ada saling membutuhkan di sana. Langit tidak akan bernama langit kalau tidak ada bumi. Lautan tidak akan bernama demikian, jika tidak ada daratan. Panas membutuhkan hujan agar tidak kering, hujan butuh panas agar tidak banjir. Itulah perbedaan

Tinggalkan komentar »