Dian Ayu Puspitasari

Just another WordPress.com site

PUTUS ASA = SOMBONG, KOK BISA??

pada Desember 19, 2012

Sepintas membaca judul ini kalian pasti bingung, kok bisa sih putus asa disamakan dengan sombong? Jangan bingung dulu, karena setelah membaca cerita ini kalian pasti mengerti kenapa saya bisa bilang bahwa putus asa itu sama dengan sombong. Lets check it out!!!

Alkisah, ada mahasiswa semester VII di sebuah universitas X yang bernama Karin. Karin ini sedang bingung mengenai penelitian yang dirasa sulit untuk di kerjakan. Bukan hanya ia yang merasa bahwa penelitiannya sulit, tetapi dosen pembimbing yang menemaninya saat penelitianpun berkata bahwa penilitiannya memang sulit dan mustahil untuk dilakukan sehingga dosen pembimbingnya pun menyuruh ia untuk melihat kembali jurnal yang ia gunakan sebagai acuan utama. Karin pun akhirnya memutuskan untuk membaca ulang jurnal tersebut dan alhasil ia tidak menemukan kesalahan pada metode penelitian yang ada di jurnal tersebut. Apa sih yang membuat Karin bingung? Sebenarnya, Karin ingin meneliti tentang pengaruh bahan A jika ditambahkan pada bahan B. Tidak ada yang salah dengan apa yang ingin dia teliti kan? Tapi apa masalahnya? Pertama, Karin harus menambahkan 0,00008 gram bahan A ke dalam 1 gram bahan B. Kedua, ia tidak menemukan timbangan 5 digit dibelakang koma. Ketiga, mustahil 0,00008 gram itu bisa dicampurkan pada bahan B dengan homogen dikarenakan terlalu sedikitnya bahan A. Kita lanjutkan ceritanya, jadi setelah membaca ulang, ia memutuskan untuk mencari timbangan 5 digit dibelakang koma ke salah satu laboratorim yang ada di kampusnya, ternyata di laboratorium itu hanya ada timbangan 4 digit dibelakang koma. Dengan hati sedih dan bingung ia kembali ke fakultasnya, selama berhari hari otaknya benar benar membuatnya pusing. Bagaimana tidak? Yang ada di otaknya hanyalah “ga mungkin penelitian ini jalan, sepertinya harus ganti judul. Kalau ganti judul, bisa bisa ga lulus tepat waktu”. Coba bayangkan berhari hari yang ada di otaknya Cuma itu itu saja karena itu ia menjadi putus asa. Setelah itu, ia mencoba menghubungi ibunya di rumah, ia menceritakan kepada ibunya tentang kesulitan yang dialaminya. Di sini, hidayah Allah muncul ketika ia berbincang dengan ibunya. Kira-kira dialognya seperti ini :
K :mah, Karin bingung. Karin uda putus asa sama penelitian ini. maaf ya mah kalo Karin ga bisa lulus tepat waktu.
I :Lho kenapa? Kok gitu?
K :* menceritakan kesulitannya yang ada di atas tadi
I :Kamu kok sombong sih nak?
K :Sombong kenapa sih mah?aku ga ngerti. Aku lho uda usaha dan ga bisa.
I : Kamu tuh sombong karena kamu hanya berfikir bahwa semua yang uda kamu lakukan dan kamu capai selama ini itu karena usahamu sendiri. Padahal apa? Semua itu Allah yang buat kamu mampu mencapainya. Itu semua Allah yang ngatur dan bukan karena usahamu sendiri. Kamu ga boleh bilang kalo kamu ga bisa! Kamu harus tetap punya pikiran positif bahwa kamu bisa dan Allah akan bantu kamu. Makanya, berdoa, solat tahajud, solat dhuha, minta kekuatan, minta bantuan sama Allah untuk dimudahkan penelitiannya. Jangan pernah kamu sombong secara ga sadar kaya gitu lagi.
K :* tertampar sama omongan ibunya dan menangis. Iya mah, mungkin selama ini aku kurang berdoa, doain ya mah semoga bisa
I :Iya nak, mamah selalu doain kamu. Semangat yaa…

Nah dari pembicaraan ini, Karin merasa Allah menegurnya, Allah seolah memberi tahu “mintalah padaKu maka akan Aku kabulkan permintaanmu. Jangan menyerah. Dengan Kun Fayakun Ku semua akan beres”. Begitulah cara Allah menegur Karin, lewat ibunya. Setelah pembicaraan itu, Karin mencoba menambahkan waktunya untuk selalu berdoa dengan khusyuk. Beberapa hari kemudian, Karin mencoba menata hati untuk menemui dosbingnya untuk konsultasi mengenai penelitiannya, ia menyampaikan maksudnya untuk merubah metode penelitiannya yang sebenarnya tidak merujuk pada jurnal tersebut. Dengan izin Allah, dosbingnya menyetujui, dan selesailah satu masalah. Sesaat setelah itu, ia menuju laboratorium yang pernah didatanginya itu untuk meminjam timbangan 4 digit dibelakang koma, ini dikarenakan ia akan mengalikan jumlah bahan A sehingga dapat mencapai 4 digit dibelakang koma dan satu lagi masalah selesai. Kemudian setelah timbangan berhasil dipinjam akhirnya ia pun mencoba membuat sampel penelitian dan akhirnya bisa menghasilkan sampel yang homogen pada proses pencampurannya. Singkat cerita, setelah itu ia menguji bahan sampel itu dan didapatkan hasil sesuai dengan hipotesis penelitiannya tersebut. Maha Kuasa Allah atas segala sesuatu. Bayangkan saja, penelitian yang ia kira tidak mungkin selesai bisa selesai dalam waktu 2 hari. Subhanallah

Apa sih yang bisa dipetik dari pelajaran ini?
1. Sebagai manusia kita tidak boleh putus asa
2. Dibalik setiap usaha kita, pasti ada Allah yang membantu mewujudkannya.
3. Sikap putus asa dan memikirkan hal buruk untuk diri sendiri itu termasuk sombong karena seolah olah kita hanya mempercayai bahwa semua yang kita dapatkan hanya bersumber pada usaha kita sendiri. Padahal semua itu, ada Allah yang memampukan kita.
4. So, jangan putus asa. Jangan hanya berkeluh kesah dan memikirkan segala kemungkinan buruk yang nantinya akan merusak semangat kita. Tidak ada gunanya mengeluh dan menangis karena tidak akan menyelesaikan masalah. Mintalah kekuatan pada Allah, Ia berjanji “ barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap – tiap sesuatu ” (Q.S ath Thalaaq ; 2-3)

jangan menyerah

Iklan

One response to “PUTUS ASA = SOMBONG, KOK BISA??

  1. Aku terharu membacanya, kita jangan menjauh dari Allah karena Dialah yb memberi jalan keluar & memudahkan segala sesuatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: