Dian Ayu Puspitasari

Just another WordPress.com site

PERSIMPANGAN

Yaa Allah..

Tertatih aku memulihkan gejolak hati ini

Selangkah demi selangkah aku bangkit dari keterpurukan

Satu persatu kaca yang pecah ini ku utuhkan kembali

Sedikit demi sedikit aku mendekatiMu

 

Engkau tahu apa yang aku inginkan yaa Allah

Engkau tahu apa yang aku rasakan

Engkau tahu apa yang ada di dalam pikiranku

Karena Engkau adalah Yang Maha Mengetahui

 

Yaa Allah..

Beri ketetapan hati untukku

Hati yang terbaik yang sama – sama kita lihat

Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku

Tapi hati yang telah Kau lihat sampai menembus relung kalbunya

 

Aku pasrahkan semua padaMu yaa Allah

Engkau yang mengetahui keinginan terdalam hatiku

Istiqomahkan aku dengan izinMu

Jangan beri aku cobaan yang aku tak kuat menahannya

Ridhoilah aku yaa Allah

Aku hanya menginginkannya lewat jalan yang benar

Jalan yang kau ridhoi

Iklan
Tinggalkan komentar »

kota terindah ku :)

kereta itu berhenti di stasiun jatinegara pukul 05.26 kurang lebih 15 menit lebih awal dari yang tercantum di tiket kereta yang aku miliki. bersama dengan teman seperjalanan, kami pun turun dan berencana untuk menunggu keluarga di kursi tunggu untuk penumpang yang sedang menunggu kereta. tak sabar menanti keluargaku datang menjemput untuk membawaku ke kota itu. bukan kota dimana aku dilahirkan tapi disinilah aku dibesarkan. terlalu banyak kenangan yang seperti diputar ulang dalam pikiranku saat itu. sampai pada akhirnya 2 orang laki – laki paruh baya datang menghampiriku, mereka adalah kakak – kakakku. dibawanya barang – barangku ke dalam mobil dan akhirnya aku mulai perjalananku ke kota itu. sepanjang perjalanan kami pun berbincang – bincang banyak hal dari mulai a -z dan aku sembari memperhatikan sekitarku yang tidak banyak perubahan. jalan tol masih macet seperti biasanya, motor – motor yang seakan seperti semut menyerbu jalanan dan keramaian pun menghiasi kota itu. aku akan selalu merindukan suasana kota itu.

love bekasi so much 🙂
14 November 2012

Tinggalkan komentar »

Melawan Keterbatasan Diri

“Menyerah berarti menunda masa senang pada masa datang”

banyak halangan untuk maju merebut cita-cita hidup. tapi sesungguhnya halangan itu ada untuk ditaklukkan, bukan dijadikan alasan untuk tidak bisa maju. masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka begitulah yang saya baca dari kata-kata eleanor roosevelt. saya semakin yakin bahwa hidup harus diperjuangkan demi kemenangan. nothing is imposible! semua akan menjadi mungkin ketika kita meyakini dan melakukannya dengan tekun, disertai doa,ikhtiar, dan kesabaran yang mendalam. setelah itu yakinlah bahwa Allah yang akan menentukan arah hidup kita sesuai ridha-Nya. masa-masa perjuangan sebagai sebuah proses yang tak tergantikan, jalan yang akan dilalui seperti bongkahan es dan kristal batu yang sama-sama menghantam langkah begitu dalam namun pengalaman itu yang nantinya akan mengajarkan tentang ketekunan dan kesabaran di tengah-tengah keterbatasan. Insya Allah 🙂

Tinggalkan komentar »

Pelajaran kehidupan :D

I feared being alone until I learned to like myself.
I feared failure until I realized that I only fail when I don’t try.
I feared success until I realized that I had to try in order to be happy with
myself.
I feared people’s opinions until I learned that people would have opinions about me anyway.
I feared rejection until I learned to have faith in myself.
I feared pain until I learned that it’s necessary for growth.
I feared the truth until I saw the ugliness in lies.
I feared life until I experienced its beauty.
I feared death until I realized that it’s not an end, but a beginning.
I feared my destiny, until I realized that I had the power to change my life.
I feared hate until I saw that it was nothing more than ignorance.
I feared love until it touched my heart, making the darkness fade into endless
sunny days.
I feared ridicule until I learned how to laugh at myself.
I feared growing old until I realized that I gained wisdom every day.
I feared the future until I realized that life just kept getting better.
I feared the past until I realized that it could no longer hurt me.
I feared the dark until I saw the beauty of the starlight.
I feared the light until I learned that the truth would give me strength.
I feared change, until I saw that even the most beautiful butterfly had to
undergo a metamorphosis before it could fly.
~Bobbete Bryan

Tinggalkan komentar »