Dian Ayu Puspitasari

Just another WordPress.com site

L a n g i t

kita dulu
membuat waktu berlari begitu cepat
membuat hari tak ingin pergi
membuat langit hujan jadi bahagia
membuat jarak seakan dekat
membiarkan diam menjadi penyelesaian
kita kemudian
terlena dalam kesibukan
membiarkan kebiasaan menjadi asing
membiarkan hp tak bernada
menolak tuk memahami
menjadikan ego sebagai prestasi
kita setelahnya
sadar saling membutuhkan
mencoba melukis masa depan
mencoba memperbaiki keadaan
mencoba ungkapkan rasa
mencoba memahami
mencoba berkomunikasi
mencoba berkomitmen
kita sekarang
lagi lagi terlena dalam kesibukan
membuat jarak menjadi jauh
takut akan perbaikan
takut akan masa depan
takut akan komitmen
melihat penyelesaian sebagai setan
mengerti akan masalah namun tetap memilih diam
membiarkan waktu yang memutuskan
apakah masalah akan selesai atau kita yang akan selesai

langit hanya dalam batin kita.
ia punya rahasianya sendiri
berganti ganti sesuai hati
bahkan binatang miliki hati
lalu mengapa kau tidak?

rusak percaya karena baja
baja pelapis dinding langit
bahkan baja bisa luluh
lalu mengapa hatimu tidak?

sby1012142127

Iklan
Tinggalkan komentar »

MUSUH DALAM CERMIN

Image

            Suatu saat pemusuh sedang murung. bagaimana tidak? Hidupnya dibawa rumit, rejekinya ikut menjadi sulit, hatinya pun jadi sempit. Baginya dunia ini terasa menghimpit sehingga senyum menjadi sulit. Begitulah pemusuh, merasa tak punya teman. Bagaimana bisa punya teman jika semua orang diajak saingan, jika masalah kecil diselesaikan dalam perkelahian sehingga lingkungan pun terasa mengucilkan dan akhirnya batinnya pun perlahan merasa tertekan.

            Pemusuh berkata “apa salahku?mengapa aku?”. Ia merasa batin dan logikanya bergejolak, hati nuraninya berteriak, dirinya pun tak bisa mengelak bahwa dirinya adalah orang galak. Saat ini temannya hanyalah setan yang sedang bersorak. Kemudian ia mencoba tuk berbenah, selama ini ia sadar bahwa dirinya telah salah, temannya hilang tergantikan musuh yang berlimpah. Sesaat ia menangis, hatinya sangat miris saat tersadar bahwa lingkungan ini memandangnya sinis. Dengan tangisnya yang terjatuh, ia menatap sebuah cermin dan berkata “musuhku? sifatku”.

 

            Musuh dalam cermin menggambarkan orang yang banyak musuh seringkali merasa bahwa ia menjadi korban atas kesalahan orang lain. Ia merasa bahwa lingkunganlah yang berbuat tidak adil kepadanya. Padahal sebenarnya orang inilah yang sering melakukan kesalahan dan berbuat tidak adil kepada lingkungannya. Ia tidak ingin introspeksi diri dan menyalahkan orang lain atas penderitaan yang ia rasakan. Namun ketika banyak permasalahan yang menimpanya dan tidak ada satu pun teman didekatnya, hatinya pun tergerak barulah ia merasa ada sesuatu yang salah dalam dirinya. Cermin di dalam cerita ini merupakan gambaran bahwa ia akhirnya ingin introspeksi diri dan mencoba untuk bermusuhan dengan sifat yang membuatnya dimusuhi.

            Dari cerita di atas, intinya adalah terkadang ketika kita merasa lingkungan tidak adil pada diri kita, itu adalah sebuah pertanda bahwa ada yang salah dengan cara kita bersikap. Sehingga ketika perasaan yang tidak menyenangkan itu datang hendaknya introspeksi diri terlebih dahulu baru setelah itu cobalah untuk memahami sekitar kita. Bersabarlah dalam proses menjalaninya J

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar »

perdebatan hati :)

hari ini aku ngerasain sesuatu yang aneh yang ada dalam pikiran dan hati…
yak..ga tau kenapa aku kangen banget sama “seseorang” yang dibilang spesial buat aku..
dari sini muncullah perdebatan hati yang bikin aku ngerasa “nyeri” gara gara aku ga bisa dengan seenaknya bilang atau mengungkapkan perasaan yang sebenernya ini.. ea ea ea..
yang tadinya pulang kampus aku semangat..tiba tiba jadi mellow..ditambah hujan gerimis yang turun semenjak perkuliahan selesai..(helow hubungannya apa?) hubungannya karna gerimis itu selalu mengingatkan aku tentang SMA.. (so?) yaudalah..lanjut aja..
terus dalam hati aku bilang “yaa ROBB..kangen kangen kangen kangen” tapi yang keluar dari dalam mulut ke orang itu adalah… “YAUDA”
biasa banget deh..setiap ada sesuatu yang ga bisa aku ungkapkan akan selalu keluar kata kata “YAUDA”..huhuhuhu…sedih
aku tau aku selalu bikin dia kecewa atas semua sikap aku yang kurang dewasa ini..tapi gimana lagi..
jujur aja aku bukan orang yang gampang menyembunyikan perasaan.. yah itulah namanya kelemahan..
yaudalah (yauda lagi -__-) aku juga ga bisa berbuat apa apa..
jadi lanjut..perdebatannya tuh kalo disamakan kaya debatnya manusia bilangnya gini..
si A : aaa…kangenn banget 😦
si B : penting banget gitu ya??helow kerjaan lo masih banyak
si A : tapi lho kepikiran sama ituuu
si B : kepikiran gimana?kaya si itu mikirin aje
si A : ya gapapalah ga mikirin tapi seenggaknya aku kangen
si B : ga penting gitu..apa coba pentingnya..cuma bikin mellow aja terus ujung ujungnya kerjaan ga slese..amanah bececeran
si A : terus gimana dong?
si B : ya kan uda tau harus gimana..
si A : tau..tapi ya gitu
si B : males ah lama lama ngomong sama kamu..percuma
si A : kok gituu…ayoo aku harus gimana dooong?
si B : YAUDA..stop deh itu mikirinnya..orangnya uda off tuh bawa rasa kecewa dari kamu..
si A : hyaaaaa….sedih…nyeri kaya dicubit 😦

yah begitulah drama ini..berakhir dengan cubitan di jantung
hahahahaha..

*ditulis dengan ketidakseimbangan hati dan pikiran*

Tinggalkan komentar »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 Komentar »